Kita Butuh Uya Kuya untuk Mengurangi Segala Jenis Kejahatan di Indonesia!
Dua pekan kemarin masih ingat cerita di SMAN 1 Bone-Bone, English Supercamp di malam Minggu yang disertai dengan curhat massal tentang Personality Plus. Cerita malam itu masih berlanjut dengan sebuah atraksi sulap dari salah seorang ade’ OSIS yang berwatak sanguinis sejati : Ichank. Syukurlah, sulap dan atraksinya malam itu berjalan lancar. Sayangnya, rencana hipnotis yang dilakukannya terhadap diriku yang ini tidak berhasil, akibat dengungan gitar terlampau keras, sementara aku ingin fokus terhadap pikiranku.
Hipnotis, katanya terbagi menjadi dua, yang pertama yang bersifat respektif, yakni ketika seseorang ingin dihipnotis oleh seseorang. Ini bisa terjadi jika ada orang yang ingin menenangkan hatinya, dirinya, kepalanya, atau ingin merasakan sebuah sensasi di hatinya. Yang kedua adalah insidentil. Tipe hipnotis yang dilakukan oleh beberapa penjahat untuk menghilangkan kesadaran korban, kemudian menggasak banyak barang yang dimilikinya. Itu keterangan dari Ichank.
Lha, tadi bercakap dengan P’ Rahmad, dari SMAN 3 Makassar.
“Kenapa kita tidak minta Uya Kuya untuk melakukan hipnotis terhadap para pelaku korupsi atau para terdakwa di kasus Anggodo, KPK dan Kepolisian. Kan bisa dihipnotis kemudian disuruh menceritakan kejadian yang sebenarnya”
“Mom … Just give us the topic. We’ll learn by ourself .. ” kata salah seorang siswa ketika guru matematika-nya masuk ke dalam ruangan.
Ini mungkin akan menjadi salah satu dari beberapa hal yang dilakukan blogger untuk meningkatkan ratingnya. Beberapa hari ini mengamati Dashboard Blog MeetAbied ini, juga berkunjung ke
Salah satu dari beberapa hal yang sangat didewa-dewakan orang beberapa orang, harga diri. Kesalahan yang terjadi karena ketidaktepatan memaknai harga diri menyebabkan orang saling bermusuhan, saling berperang, saling mengumpat, “Ini menyangkut harga diri”.
Blog ini rasanya sekarang seperti makalah online bagi saya. Kemarin lama gak posting, pas dapat akses murah di warnet, tiba-tiba mikir untuk posting banyak makalah waktu kuliah dulu. Mikirnya semoga ada yang dapat inspirasi atau paling tidak kemudahan dalam mendapatkan informasi.
Islam yang datang sebagai agama terakhir melihat bahwa ada orang-orang yang menyimpan penyakit di hati mereka, memandang jelek dan rendah kepada wanita. Mereka memperturutkan hawa nafsu mereka, melalui mata dan angan-angan di dalam hati. Karena hal itu bertentangan dengan agama, maka Al-Qur’an menetapkan batas baginya dan mengharamkan apa saja yang bertentangan dengan agama, etika dan kemanusiaan.








Komentar