Beranda > Cerita, Hidup, Refleksi > Kita Butuh Uya Kuya untuk Mengurangi Segala Jenis Kejahatan di Indonesia!

Kita Butuh Uya Kuya untuk Mengurangi Segala Jenis Kejahatan di Indonesia!

Dua pekan kemarin masih ingat cerita di SMAN 1 Bone-Bone, English Supercamp di malam Minggu yang disertai dengan curhat massal tentang Personality Plus. Cerita malam itu masih berlanjut dengan sebuah atraksi sulap dari salah seorang ade’ OSIS yang berwatak sanguinis sejati : Ichank. Syukurlah, sulap dan atraksinya malam itu berjalan lancar. Sayangnya, rencana hipnotis yang dilakukannya terhadap diriku yang ini tidak berhasil, akibat dengungan gitar terlampau keras, sementara aku ingin fokus terhadap pikiranku.

Hipnotis, katanya terbagi menjadi dua, yang pertama yang bersifat respektif, yakni ketika seseorang ingin dihipnotis oleh seseorang. Ini bisa terjadi jika ada orang yang ingin menenangkan hatinya, dirinya, kepalanya, atau ingin merasakan sebuah sensasi di hatinya. Yang kedua adalah insidentil. Tipe hipnotis yang dilakukan oleh beberapa penjahat untuk menghilangkan kesadaran korban, kemudian menggasak banyak barang yang dimilikinya. Itu keterangan dari Ichank.

Lha, tadi bercakap dengan P’ Rahmad, dari SMAN 3 Makassar.

“Kenapa kita tidak minta Uya Kuya untuk melakukan hipnotis terhadap para pelaku korupsi atau para terdakwa di kasus Anggodo, KPK dan Kepolisian. Kan bisa dihipnotis kemudian disuruh menceritakan kejadian yang sebenarnya”


:mrgreen:
Bagaimana hayo?

Setuju?

Saya, Abied, dari sebuah tempat paling indah di dunia!
:-)

Categories: Cerita, Hidup, Refleksi
  1. 13 November 2009 pukul 4:40 pm | #1

    Sobat,

    Tulisan yang menarik! Untuk referensi tambahan, silakan baca Menumbuhkan Cinta Pada Diri Sendiri di blog saya. Semoga bisa membantu perenungannya.

    Salam kenal juga!

    Lex dePraxis

  2. Abied
    14 November 2009 pukul 5:37 am | #2

    Salam kenal juga …
    :-)

    • PUTRA
      18 November 2009 pukul 4:04 pm | #3

      ABIET KENELAN DONG

  3. 15 November 2009 pukul 2:37 pm | #4

    Saya setuju. Namun sebagai referensi saja. Hipnosis bisa sukses 100% jika si obyek mau dan sukarela di hipnotis.

  4. PUTRA
    18 November 2009 pukul 4:05 pm | #5

    Abied :
    Salam kenal juga …

  5. 19 November 2009 pukul 12:18 pm | #6

    wahh..ternyata abied dengan saya satu pemikiran, pertama kali saya melihat kasus cicak vs buaya saya udah berfikir seperti itu,lebih baik menyewa romy rafael atopun uya kuya jd kejaksaan tidak perlu ribet2 ngadain sidang terus menerus yg selalu mengunggkap informasi yg ga pasti/sandiwara..
    akibatnya, kejahatan lebih mudah terungkap, banyak org2 yg bakal belajar ilmu hipnotis dan meringankan tugas kejaksaan ataupun polisi dan pemerintah..
    dan klo memang si objek merasa tidak bersalah, dia pasti bersedia untuk dihipnotis.. hanya org2 yg melakukan dosalah yg mempunyai seribu alasan..
    thx..

  6. Raya
    19 November 2009 pukul 12:36 pm | #7

    Setuju2 aja sich… toh itu bagus, apalagi dengan adanya uya kuya, polic bisa lumayan terbantu banget,.. trus lo perlu, bakatnya di sumbangin donk ke polic se indonesia,lo perlu jaksa dan semua aparatur negtara, biar mereka gak ribet N tugasnya jadi lebih gampang…. oh ya buat uya kuya, sering2 aja hipnotis.. trus kapan2 mampir ke my humz ya,… buat hipnotis mantan ku, kali aja habis itu dia jadi mau balikan ma aku,.. aku (ngarep),,. he he..

  7. 26 November 2009 pukul 6:37 am | #8

    Saya sgt stju kalau uya kuya membantu pemerintahan untk mmbrantas korupsi n sgl kejhatn di negara kita,agar g adg lg tikus berdasi. Negara kita pun jg pengen maju….

  1. Belum ada trackback.