Belajar Bijak

Sifat wa Mausuf

Posted by: Abied on: 31 Oktober 2009

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Bahasa Arab adalah bahasa yang dipergunakan oleh Allah Swt. dalam Al-Qur’an, yang menjadi pedoman hidup bagi umat Islam. Pemahaman yang baik dan benar terhadap bahasa Arab akan menjadi alat utama dalam menerjemahkan dan menafsirkan makna ayat yang dikandung dalam setiap ayat kitab suci ini.

Dalam beberapa ayat, Allah Swt. menggunakan kata-kata berupa penyifatan, baik terhadap diri-Nya maupun terhadap benda-benda yang disebutkan-Nya. Seperti halnya dalam bahasa Indonesia dan Inggris, penggunaan kata sifat berarti penjelasan tentang sifat benda. Dalam bahasa Arab, konsep ini disebut sebagai sifat wa mausuf (Kata sifat dan yang disifati).

Dalam makalah ini penulis akan memaparkan tentang masalah di atas, semoga penjelasan yang penulis paparkan nantinya dapat memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca.

B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas, maka muncul beberapa poin yang akan menjadi acuan pemaparan penulis tentang sifat wa mausuf, yaitu :

  1. 1. Apa yang dimaksud dengan sifat wa mausuf ?
  2. Bagaimana syarat sifat wa mausuf ?
  3. Berapakah jenis-jenis sifat wa mausuf ?

BAB II

SIFAT WA MAUSUF

A. Pengertian Sifat wa Mausuf

Sifat (الصفة  ) atau yang dikenal dengan istilah Na’at (النعت  ) adalah lafadz yang menunjuk kepada sifat ism (kata benda) sebelumnya untuk menerangkan keadaannya. Dalam pengertian lain, sifat/ na’at adalah kata yang mengikuti kata benda yang berguna untuk menerangkan kata benda tersebut. Dalam pembahasan makalah ini, penulis akan menggunakan istilah Na’at.

Misalnya kalimat dalam bahasa Arab :

1. هذاكــتــابٌ جديدٌُ Ini adalah buku yang baru

2. رَبحَ الــتاجرُ الأمينُ Beruntunglah pedagang yang jujur itu

Kalimat berupa النعت  di atas terdiri atas :

  1. نعت (صفة) , yang artinya sifat. Yaitu kata sifat yang mengikuti kata benda. Dalam contoh pertama kata جديدٌُ (baru) adalah sifat, begitu juga kata الأمينُ (jujur) pada contoh yang kedua.
  2. منعوت (موصوف) , yang artinya yang disifati, berupa kata benda. Pada contoh yang pertama, kata كــتــابٌ (buku) merupakan kata yang disifati, karenanya kata itu berkedudukan sebagai منعوت. Demikian juga pada contoh kedua, kata yang berkedudukan sebagai منعوت adalah kata الــتاجرُ.

Penerjemahan النعت dapat dengan mudah dilakukan dengan menambahkan kata “yang” antara kata yang berkedudukan sebagai نعت   dan kata yang berkedudukan sebagai منعوت.

Contoh  :  Kata كــتــابٌ جديدٌُ berarti buku yang baru

Kata  الــتاجرُ الأمينُ berarti pedagang yang jujur itu.

B. Syarat Sifat wa Mausuf

نعت harus mengikuti tanda bunyi pada akhir منعوت , yaitu dalam hal :

  1. Rafa’-nya.

Contoh :

ناَرٌ حَامِيَةٌ Api yang sangat panas

فِيْهاَ  كُـتبٌ قَـيِّمَةٌ Kitab-kitab yang lurus

  1. Nashab-nya.

Contoh :

تصْلىَ ناَرً حَامِيَةً Memasuki api yang sangat panas

يــَقُوْ لُ اَهْلــَكْتُ مَالاً لبُــَداً Dia mengatakan : “aku telah menghabiskan

harta yang banyak”

  1. Jar-nya.

Contoh :

في جـَـنَّةٍ عَالــِيَةٍ Dalam Surga yang tinggi

خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ Dia diciptakan dari air yang terpancar

  1. Nakirah-nya.

Contoh :

بــَلْ هُوَ قُرْأنٌ مَجِيْدٌ             Bahkan yang didustakan mereka itu adalah

Al-Qur’an yang mulia

  1. Ma’rifat-nya.

Contoh :

اَلذِى يُصَلىِّ النَّارَ الــْكُبْرَ Yaitu orang yang akan memasuki api yang

besar itu (neraka)

فَيُعَذِّبــُهُ الله ُالعَذَابَ الاَ كْــبَرَ Maka Allah mengadzabnya dengan

Azab yang pedih

  1. Mudzakkar-nya.

Contoh :

وَمَااَدْرـكَ مَا عِلــِّيُّوْنَ كِـتاَبٌُ مَرْقُــْومٌ Tahukah kamu apakah illiyyun itu?

(Yaitu) kitab yang tertulis

  1. Muannats-nya.

Contoh :

فِىْ جَنــَّةٍ عَالــِيَــةٍ Dalam Surga yang tinggi

  1. Mufrad-nya.

Contoh :

اِنـه لـــَقَوْلٌ رَسُوْلٌ  كـــَرِيْمٌ Sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar

Firman (Allah yang dibawa) oleh

utusan yang mulia/ Jibril

  1. Mutsanna-nya.

Contoh :

فــِيْهِماَ عَيْنَانِ تَجْرِ يَانِ Di dalam surga itu ada dua buah

mata air yang mengalir

10.  Jamak-nya.

Contoh :

يـَطُوْ فُ عَلَيْهِمْ وِلــْداَنٌ مُخَلــَّدُوْنَ Mereka itu dikelilingi oleh

Anak-anak muda yang tetap muda

  1. C. Naat Hakiki dan Naat Sababi

a. Naat Hakiki adalah sifat yang menjelaskan keadaan man’utnya.

Contohnya :

ناَصِيَةٍ كَاذِبةٍَ خَاطِــــئةٍ .1

(Yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka

Kata كَاذِبةٍَ   dan خَاطِــــئة menjelaskan kata ناَصِيَة

.2 لــَقِيْتُ وَلــَدً مُخْلِصًا Saya menjumpai anak yang ikhlas

Kata مُخْلِصًا   menjelaskan kata وَلــَدً

b.  Naat Sababi adalah sifat yang menjelaskan kata lain yang berhubungan dengan man’ut. Jadi tidak menjelaskan yang disifatinya.

Contohnya :

هُوَ مُحَمَّدٌ مَحْمُوْدٌخُلــُقُهُ .1

Dia adalah Muhammad yang baik akhlaknya

Kata مَحْمُوْدٌ menjadi naat dari مُحَمَّدٌ, tetapi menjelaskan keadaan خُلــُقُه

.2 لــَقِيْتُ وَلــَدً كَــبِيْرًا رَأسُهُ Saya berjumpa anak yang besar kepalanya

Kata  كَــبِيْرًا ٌ menjadi naat dari وَلــَدً, tetapi menjelaskan keadaan رَأسُهُ


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

    1. Sifat (Naat) adalah adalah lafadz yang menunjuk kepada sifat ism (kata benda) sebelumnya untuk menerangkan keadaannya
      1. Naat terdiri atas dua buah kata yang masing-masing berkedudukan sebagai naat (Kata sifat) dan man’ut (benda yang disifati)
      2. Naat harus sama dengan man’ut dalam segi rafa, nashab, jar, nakirah, ma’rifah, mudzakkar, muannats, mufrad, mutsanna dan jamaknya.
      3. Naat terdiri atas dua, yaitu Naat Haqiqi dan Naat Sababi.
  1. B. Saran
    1. Penambahan referensi dan buku panduan pada Mata Kuliah Bahasa Arab merupakan salah satu cara meningkatkan pemahaman konsep bagi mahasiswa, apalagi bagi mahasiswa yang masih berada pada level dasar.
    2. Penjelasan tentang materi sifat wa mausuf akan lebih mudah dipahami ketika dihubungkan dengan ayat yang ada di dalam Al-Qur’an.


Daftar Pustaka

A. Rahman, H. Salimuddin, MA. Tata Bahasa Arab untuk Mempelajari Al-Qur’an. Cet. II, Bandung : Sinar Baru Algesindo, 1999.

Anwar, H. Moch. Ilmu Nahwu; Terjemahan Matan Al-Jurumiyah dan ‘Imrithy berikut Penjelasannya. Cet. IV, Bandung : Penerbit Sinar Baru Offset, 1989.

Muhammad, Abu Bakar. Tata Bahasa Arab II. Surabaya : Al-Ikhlas, 1982.

Sou’yb, Joesoef. Pelajaran Tata Bahasa Arab. Jakarta : Penerbit Bulan Bintang, 1978.

Saya, Abied, dari sebuah tempat paling indah di dunia. :mrgreen:

Salam …

==================================================================

Baca juga Postingan Terkait Lainnya :

Tinggalkan Balasan

Welcome ...

Belajar Bijak

Selamat datang di MeetAbied™ Blog.
Blog ini adalah tempat seorang abid bernama Abied menuliskan beberapa hal tentang hidup dan cinta.

Silakan lakukan Copy Paste untuk setiap artikel dalam Blog ini.

Saya, Abied, dari sebuah tempat paling indah di dunia. Salam ...


Kalender

Oktober 2009
S S R K J S M
« Jul   Nov »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Kategori

Banner

Indonesian Muslim Blogger
banner angingmammiri

Yuk.Ngeblog.web.id


100 Blog Indonesia Terbaik

Aku Nggak Korupsi

Yang Belajar

  • 74,351 Orang Bijak