Posted by: Abied on: 31 Oktober 2009
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Intelegensi
Tiap individu (manusia maupun hewan) mempunyai kekhususannya sendiri yang membedakannya dengan individu-individu lainnya, sudah lama disadari orang. Kalau kita pandangi orang-orang yang berada disekitar kita, maka secara sepintas lalu saja sudah akan nampak bahwa mereka itu berlain-lainan satu sama lain. Ada yang gemuk, ada yang kurus, ada yang tampan, ada yang cantik, ada yang lemah dan sebagainya. Secara lebih mendalam masalah intelegensi akan dibahas dalam makalah ini.
Dari contoh di atas dapat kita lihat bahwa perbuatan yang berintelegensi adalah perbuatan yang menuntut kemampuan yang lebih dari pada sekedar kemampuan untuk persepsi biasa. Kemampuan itu adalah kemampuan untuk mengelolah lebih jauh lagi tentang intelegensi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Intelegensi
Sebelum kita membahas terlebih jauh tentang intelegensi, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu inteleg dan intelegensi, inteleg artinya pikiran, dengan inteleg orang dapat menimbang, menguraikan, menghubung-hubungkan pengertian satu dengan yang lain dan menarik kesimpulan. Intelegensi adalah kecerdasan pikiran atau sifat-sifat perbuatan cerdas (intelegen). Pengertian lain dari intelegensi menurut panitia istilah paedagogik adalah daya menyesuaikan diri dengan keadaan baru dengan mempergunakan alat-alat berpikir (Claparade dan Stren). Menurut K. Buhrer intelegensi adalah perbuatan yang disertai dengan pemahaman atau pengertian.
2.2 Macam-Macam Intelegensi
Itelegensi terikat adalah intelegensi suatu makhluk yang bekerja dalam situasi-situasi pada lapangan pengamatan yang berhubungan langsung dengan kebutuhan vital yang harus segera dipuaskan. Misalnya intelegensi binatang dan anak-anak yang belum berbahasa.
Intelegensi bebas terdapat pada manusia yang berbudaya dan berbahasa. Dengan intelegensinya orang selalu ingin mengadakan perubahan-perubahan untuk mencapai suatu tujuan. Kalau tujuan sudah dapat dicapai, manusia ingin mencapai tujuan yang lebih tinggi dan lebih maju.
Intelegensi mencipta ialah kesanggupan menciptakan tujuan-tujuan baru dan mencari alat-alat yang sesuai guna mencapai tujuan itu. Intelegensi keatif menghasilkan pendapat-pendapat baru seperti : kereta api, radio, listrik dan kapal terbang.
Intelegensi meniru, yaitu kemampuan menggunakan dan mengikuti pikiran atau hasil penemuan orang lain, baik yang dibuat, diucapkan maupun yang di tulis.
2.3 Tingkat-Tingkat Intelegensi
Tiap-tiap orang mempunyai cara-cara sendiri. Maka dapat dikatakan bahwa kecerdasan itu bertingkat-tingkat.
2.4 Faktor yang Menentukan Intelegensi Manusia
Intelegensi bekerja dalam situasi yang berlain-lainan tingkat kesukarannya. Sulit tidaknya megatasi persoalan ditentukan pula oleh pembawaan
Kecerdasan tidak tetap statis, tetapi cepat tumbuh dan berkembang. Tumbuh dan berkembangnya intelegensi sedikit banyak sejalan dengan perkembangan jasmani, umur dan kemampuan-kemampuan yang telah dicapai (kematangannya).
2.5 Ciri Kecerdasan Manusia
Kemampuan berbahasa mempunyai faedah yang besar terhadap perkembangan pribadi.
- Dengan bahasa, manusia dapat menyatakan isi jiwanya (fantasi, pendapat, dan perasaan)
- Dengan bahasa, manusia dapat berhubungan dengan sesama, tingkat hubungannya selalumaju dan masalahnya selalu meningkat.
- Dengan bahasa, manusia dapat membubarkan segala sesuatu, baik yang lalu, yang sedang dialami, dan yang belum terjadi, baik mengenai barang-barang konkrit maupun hal-hal yang abstrak.
- Dengan bahasa, manusia dapat membangun kebudayaan.
- Mendapatkan perkakas.
- Membuat perkakas.
- Memelihara perkakas.
2.6 Macam-Macam Tes Intelegensi
Jenis test ini tidak hanya menyelidiki kecerdasan saja, tetapi untuk menyelediki keadaan jiwa dan kesanggupan jiwa.
Test ini tidak hanya untuk menyelidiki kecerdasan anak, tetapi untuk menyelidiki sampai dimana kemampuan dan kemajuan anak.
2.7 Tanda-tanda Keterbelakangan Mental
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR RUJUKAN
Abu Ahmadi, H .Drs., Psikologi Umum, Penerbit PT. Bina Ilmu, Surabaya, 1983.
Agus Suyanto, Drs., Psikologi Umum, Penerbit Aksara Baru, Jakarta, 1983.
Sarlito Wirawan Sarworno, Dr, Pengantar Psikoligi Umum, Jakarta, 1983.
Saya, Abied, dari sebuah tempat paling indah di dunia.
Salam …
=====================================================
Baca juga Postingan Terkait Lainnya :
Komentar Terakhir