Rekonstruksi Niat
Tak ada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan
Kalimat itu masih terngiang jelas di telinga saya. Saya sendiri yang mengucapkannya di hadapan 30-an siswa SMAN 1 Bone-Bone dalam Simulasi Dinamika Kelompok persiapan pelaksanaan MOS minggu depan.
Ya, mestinya kalimat itu dilanjutkan dengan :
Tak ada yang abadi di dunia & akhirat kecuali Ilahi Rabbi..
Perubahan di dunia adalah sebuah keniscayaan, keharusan, yang siap atau tidak siap akan terjadi pada diri.
Bagaimana dengan niat?
Saya mesti katakan, dalam alam bawah sadar kita ada sebuah kekuatan yang akan menentukan pola pikir kita. Pola pikir akan mengatur pola kebiasaan yang pada akhirnya merupakan struktur utama kesuksesan hidup seseorang. Kekuatan itu kadang disebut sebagai motivasi, yang dalam otak kiri saya mengenalnya sebagai niat.
Wajar jika Rasul pernah katakan bahwa niat adalah penentu sebuah aktivitas.
Niat yang baik akan memotivasi diri untuk senantiasa bertindak sesuai jalur, dan juga berlaku sebaliknya.
Ketika niat telah tertanam dalam hati, otak akan melakukan berbagai inovasi & gebrakan dalam mencapai tujuan.
Jika hati sudah berkata, apa yang tak akan dilakukan oleh tubuh?
Banyak hal ‘mustahil’ yang ternyata dapat dilakukan oleh orang-orang dengan kemampuan memanaje niat dengan baik.
Ya..
Dan masalahnya adalah :
Niat kita terlampau sering berubah arah ketika dihadapkan dengan sebuah perubahan, sekecil apapun itu..
Buktinya?
Banyak janji kita yang terabaikan, banyak kata kita yang tak terlaksana.
Kita hanya belum mampu memanaje niat dalam menghadapi tantangan perubahan yang justru lebih sering bersifat insidental.
Mari senantiasa perbaharui niat. Utamanya tentang tujuan hidup di dunia..
Untuk apa hidup ini?!
Untuk menjadikan diri kita berarti!
Semangat..!
Semangat…!









Tp tak sdkt jg yg berniat ingn brbwt kbaikn,tp yg skdar niat. Alsnx krn ktdk mmpuan.
‘Aq ingin naek haji,aq ingn mendirikn panti asuhan,aq ingn sekolah,aq ingn jd org baek,sbar.dll
Mungkn tak 1pun yg trlakrna.”Yang pntingkn sudah niat,sudah dpt pahala”. Katax.
Wah, mestinya juga gak hanya di tataran itu. Niat hax jadi motivasi, lha motivasi kan hax ndak bisa trliht nyata.

Iya juga, mesix stelah niatx dperbaiki, smua jaln mnuju tercpaix hasil dperbaiki.
Syukron komentarx..
Af1 ni, kalo bolh, tulis initial dong..
Kan lebih xaman kalo ana tau..