Guru Matematika Teladan
Banyak siswa yang menjadi hakim penilai, pemvonis, sebelum ia mengenali sesuatu. Matematika contohnya, pelajaran momok itu dari dulu selalu mendapat penilaian buruk sebelum siswa mempelajarinya. Anggapan kesulitan materi pelajaran yang teramat sangat mengakibatkan motivasi siswa lemah, dan dalam alam bawah sadarnya akan ada kata : ’sulit’, ’sulit’, ’sulit’, yang akhirnya benar-benar mengantar pada kesulitan.
Untuk mengatasi ini, diperlukan guru matematika teladan yang mampu menjadi bijak dalam menghadapi siswa. Perlu disadari bahwa tingkat penguasaan siswa menurut kurva normal adalah bahwa hampir 50% siswa berada pada kategori sedang, 25% siswa berada di level rendah, dan 25% nya yang agak cepat memahami. Tentunya pembelajaran di dalam kelas perlu di set sedemikian indahnya, sehingga hubungan yang signifikan antara materi pelajaran dengan permasalahan dalam dunia nyata dapat terasa. Read more…









Komentar