Arsip

Arsip untuk Desember, 2007

Be a Superman??

30 Desember 2007 Abied 1 comment

Sistem pendidikan yang telah kita alami sejak SD hingga level SMA adalah sistem pendidikan multi dimensi. Memang, seperti tujuan pendidikan nasional yakni membentuk manusia Indonesia seutuhnya. Seutuhnya berarti bisa menjadi siapa di segala apa. (Maksudnya?) Maksudnya kita dituntut untuk menguasai segala bidang, meski itu bukan spesialisasi. Untuk hidup kita membutuhkan agama, kita membutuhkan PPKn, kita membutuhkan Bahasa Indonesia, kita membutuhkan matematika, kita membutuhkan fisika, kita membutuhkan biologi dan kita membutuhkan KTK. Semua mesti dikuasai oleh siswa dalam waktu yang bersamaan. Ini yang mungkin menjadi masalah. Sang siswa akan dengan mudah mengatakan : “Ya memang Bapak Ibu guru bisa menguasai matematika dengan sangat baik, lha wong yang mereka pelajari tiap hari kan cuma matematika. Lha kita?? Kita mesti mengerjakan tugas bahasa Inggris, mesti bikin rangkuman IPS Geografi, mesti latihan soal fisika, mesti praktek buat masakan”. Emang gitu ya?
Ya nggak lah! Coba tanya mahasiswa Bahasa Inggris. Materi Bahasa Inggris itu banyak banget. Gak cuma secuplik seperti yang siswa pahami dalam dunia sekolah. Waktu kuliah aja, ada reading, speaking, listening, translate, writing, TOEFL, English for Children, Read more…

Categories: Cerita, Hidup

Bumi Kita Sudah Tua

30 Desember 2007 Abied Tinggalkan komentar

Itu kata salah seorang teman ketika kami berdiskusi tentang berbagai macam bencana yang terjadi di planet yang kita huni ini. 75% dari seluruh bencana yang terjadi (menurut hasil penelitian) disebabkan oleh faktor alam misalnya gempa, banjir, longsor, dan sejenisnya. Sisanya adalah karena penyakit seperti AIDS, Flu Burung, Demam Berdarah, dan lain sebagainya. Memang, bumi kita sudah begitu rentan dengan berbagai gerakan yang mengakibatkan bencana bagi alam. Mungkin saja (menurut Dosen Biologi Umum saya, tahun 2004 lalu mengatakan) tsunami yang terjadi hanyalah bentuk sujud sembah lautan kepada Tuhan-Nya, hanya saja kebetulan tempat terjadinya adalah daerah yang dihuni oleh orang banyak, tepatnya Aceh Darussalam. Sebenarnya dengan begitu mudah Tuhan bisa memerintahkan tsunami itu menimpa Makassar, hanya saja mungkin di Makassar ini masih begitu banyak orang yang beriman Read more…

Categories: Cerita, Hidup

Kalau tidak ada aku …

30 Desember 2007 Abied Tinggalkan komentar

Baru saja ada yang berkata begini kepadaku :
“Kalau tidak ada aku mungkin tidak akan begini hasilnya”.
Kalimat ini mungkin menjadi hal yang biasa kita dengar. Sederhana, tapi sebenarnya bermakna sangat dalam. Bentuk kesombongan yang ada dalam diri manusia. Bentuk keangkuhan yang keluar dari dalam hati karena telah berhasil melakukan sesuatu. Bentuk pencurahan cerita tentang adanya aku, saya, diriku dan egoku. Mungkin bagi sebagian orang kalimat tadi tidak berarti apa-apa. Namun mari kita coba selami … (kayak lagi berenang saja!)
Ketika aku mengucapkan kata tadi, yang ada dalam benakku adalah bahwa aku-lah yang telah berhasil melakukan. Kontraposisi dari kalimat tadi adalah “hasilnya bisa begini karena adanya aku”. Jujur saja, ini adalah kalimat yang merendahkan orang lain. Padahal sebenarnya kita juga bukan siapa-siapa. Kita mampu melakukan ini karena ada Sang Maha yang membimbing kita. Dengan berkata begitu, seakan-akan kita telah menjadi sesuatu yang lebih. Kita telah menafikan adanya persamaan derajat, persamaan kedudukan diri kita sebagai manusia di hadapan Tuhan.
Padahal, seberhasil apapun kita, kita tak dapat melepaskan diri dari garisan sebagai manusia biasa. Yang hidup dan patuh pada aturan yang dibuat oleh Tuhan. Read more…

Categories: Cerita, Hidup, Islam, Pendidikan

Mari Bersyukur

23 Desember 2007 Abied 1 comment

Salah satu fitrah manusia yang paling sering mencolok dan timbul dalam kehidupannya adalah sifat Rakus. Dalam bahasa Arab disebut sebagai tamak. Meski kesan yang muncul pertama kali ketika mendengar kata ini adalah seseorang yang jago makan, kata rakus sebenarnya bermakna sangat luas. Rakus menjadi salah satu hal pokok dalam menuntut ilmu, rakus ilmu. Tapi dalam beberapa masalah yang lain, rakus adalah larangan.
Ketika kita memiliki sebuah sepeda, kita selalu menginginkan kendaraan yang lebih, motor. Tapi ketika sepeda motor telah kita miliki, kita akan kembali berangan-angan untuk memiliki kendaraan lain yang lebih nyaman dari itu, mobil. Begitu seterusnya. Ketika sudah punya sepeda motor bermerk Honda Supra, kita inginkan motor yang lebih sporti, lebih mahal, lebih ngejreng, Kawasaki RR misalnya. Yah, manusia memang begitu. Dan selalu begitu.
Apa yang mendasari hal ini?
Satu hal yang pasti adalah rasa kurang bersyukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Setiap orang telah diatur nikmat, rezeki dan semua hal Read more…

Categories: Cerita, Hidup, Islam, Pendidikan

Demi Masa

23 Desember 2007 Abied 1 comment

8043 hari masa hidupmu
7509 hari kau lalui tanpaku
186 hari bersamaku
348 hari berusaha tuk melupakanku

Mengapa bisa begitu?
Karena Tuhan telah mengatur setiap detak nafas kita!
Karena Tuhan inginkan yang terbaik bagi kita!
Karena kita telah mengoptimalkan usaha!
Karena ego kita masih sama-sama menang!
Karena aku bukanlah orang sabar menantimu!
Karena kau terlalu misterius bagiku!
Karena aku kadang punya aktivitas yang “lebih” kuanggap penting darimu!
Karena kau begitu menyerahkan semua padaku!
Karana kadang kata-katamu begitu menembus hatiku!
Karena aku mengenalmu setelah sekian banyak cerita!
Karena ada kisah lain yang tak kau pahami tentangku!
Karena kita memang tidak bisa bersatu saat ini!
Karena kau adalah hatiku!
Karena aku adalah Abie-mu!

Categories: Cerita, Cinta

Syarat Pacaran Islami

14 Desember 2007 Abied Tinggalkan komentar

Lucu, ketika beberapa mahasiswa semester awal memperdebatkan tentang pacaran. Apalagi dalam hubungannya dengan Islam. Mereka ingin melegalkan hal yang mereka anggap sebagai sebuah kebutuhan dengan meyakinkan orang lain bahwa Islam punya dalil tentang itu. Ironis memang. Hari gini gak punya pacar? Kuno katanya. Dan itu memang menjadi sebuah hal yang merupakan standar penilaian dari orang. Ketika berkenalan, hal yang kadang menjadi pokok utama adalah Apakah dia sudah punya pacar atau belum? Weee… sadis kali! Kalo’ cowok seumur 18 tahun ke atas gak punya pacar saat ini, pastinya dianggap culun oleh orang lain. Meskipun ia jago dalam bidang matematika, fisika, sains, agama. Tapi gak bisa ngelumpuhin cewek dengan kata-katanya, maka ia belum disebut lelaki gentle.
Memang, mencintai adalah fitrah. Menyayangi juga fitrah. Apalagi keinginan untuk saling memiliki. Tapi Islam tidak pernah mempunyai ajaran tentang pacaran. Khabibi, dalam bahasa arab berarti kekasih. Kata ini digunakan untuk menyatakan orang atau hal atau benda yang kita kasihi. Kata Khabibi juga digunakan ketika menyatakan rasa sayang kita kepada Baginda Rasul. Bagaimana mesti menyikapi perihal pacaran yang sudah mendarah daging di kalangan Anak muda sekarang? Islam sebenarnya menyediakan wadah yang sangat suci dalam hal ini. Pernikahan. Didahului dengan khitbah (meminang). Sedangkan pacaran bukanlah salah satu dari proses itu. Biasanya, anak muda sekarang lebih senang untuk sekedar menyatukan Read more…

Categories: Cerita, Cinta

I love You Allah

11 Desember 2007 Abied 1 comment

Apa yang dapat kulakukan untuk dapat membuktikan bahwa aku cinta padamu? Sungguh, hingga saat ini aku tak pernah bisa menguasai diriku dengan menyerahkan setiap detikku pada-Mu. Seperti janjiku pada kekasih-kekasihku yang lain, Kau juga menjadi korban keganasan hatiku yang sakit, yang terperi oleh duka, yang kering tanpa embun. Tapi dasar Kau memang begitu menyayangiku. Setiap kali aku berbuat salah, setiap itu pula kau memaafkanku. Seribu kali kau kubohongi, seribu kali pula kau kembali memberikan aku kepercayaan.
Aduh, aku belum sanggup menerima kepercayaan-Mu yang satu ini. Seperti janji-Mu pada kekasih-Mu yang lain, Kau ingin agar kita bisa bersama nanti. Aku selalu ingin Kau dekat denganku, menemani hari-hariku. Dan itu kau buktikan dengan menyelimuti diriku dengan hadirmu. Meskipun banyak kebiasaan burukku yang tak kau sukai, kuharap diri-Mu bisa memahami bahwa aku memang cuma manusia biasa yang belum bisa terlepas jerat hawa nafsu yang kau jadikan fitrahku.
Pernah kemarin, tanpa henti kau berikan hadiah padaku. Setiap Read more…

Categories: Cinta, Islam, Pendidikan

Simbol Hati Merah Jambu

4 Desember 2007 Abied Tinggalkan komentar

Banyak sudah kisah yang kita dengar tentang keajaiban benda ini. Dalam haditsnya, Rasul berkata bahwa jika benda ini baik maka seluruh tubuh akan baik. Ya, inilah dia, hati.
Pernah juga tertangkap olehku bahwa hati itu laksana cermin, sedangkan ilmu bagaikan nur (Cahaya). Berbuat maksiat diibaratkan dengan bernafas di depan cermin. Cermin menjadi kabur, dan cahaya tak akan dapat menembusnya. Akibatnya, ilmu yang kita dapat adalah pengetahuan yang setengah-setengah, jika pun kita mendapatkannya secara total, mungkin kita tidak akan mendapatkan berkah dari pengetahuan tersebut.
Seorang gadis pernah bertanya padaku, apakah kau tahu, mengapa simbol hati yang kita gunakan selama ini adalah daun waru, dua bagian atasnya tumpul, sedangkan bagian bawahnya runcing? Kujawab, ada beberapa analisis tentang ini. Hati terbagi menjadi dua bagian yang simetris, satu sisi menyimbolkan laki-laki sedangkan sisi lain adalah perempuan. Dua sisi ini tidak dapat dipisahkan, jika dipisahkan ia akan menjadi hati yang setengah. Yang tak dapat satu dan menyatu. Ini pertanda bahwa laki-laki membutuhkan perempuan dan sebaliknya. Ketika bagian ini menyatu, jadilah ia sesuatu yang normal, perfect.
Ada hal yang menarik, bentuk tumpul dua buah di atas daun Read more…

Categories: Cerita, Cinta, Islam, Pendidikan

Aku Hanya Ingin Menjadi Orang Baik!

4 Desember 2007 Abied 4 komentar

Perjalanan hidup seperti perjalanan menuju ke Puncak, Bogor. Itu kata Agnes Monica. Perjalanan hidup bukanlah seperti roda, setelah berada di atas, kita harus dengan terpaksa, turun kembali ke bawah. Terinjak-injak. Tapi perjalanan hidup seperti ketika kita menuju ke puncak, berkelok-kelok, kadang naik, kadang turun, tapi pada intinya sedang menuju ke puncak tertinggi. Toh, setelah itu kita harus kembali turun ke dasar. Tidak dalam posisi drastis, namun sedikit demi sedikit. Aku juga begitu. Meskipun sadar bahwa hukum keseimbangan berlaku dalam dunia ini, tapi pemutarbalikan situasi tidaklah seperti roda yang setelah berada di atas harus langsung kembali terinjak atau setelah terinjak di dasar dengan mudah naik menuju puncak.
Apa yang kucari dalam hidup ini?
Aku hanya ingin menjadi orang baik! itu kata hatiku. Aku hanya ingin memberikan baktiku pada semua alam. Aku ingin memberikan dharmaku pada setiap insan yang kutemui. Aku hanya ingin menjadikan nafasku sebagai pemberi kebahagiaan pada orang lain. Read more…

Categories: Cerita, Cinta, Islam