Posted by: Abied on: 4 Desember 2009
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain ..” (Al-Hadits)
Hari ini, 4 Desember 2009, tepat dua tahun aktivitas blogging ada bagi saya. Dulu, awalnya, saya mengelola sebuah blog untuk alumni madrasah aliyah saya, mandeg, kini hanya jadi sebuah alamat di wordpress, tak pernah di update. Satu-satunya dari sekian banyak blog yang masih sering saya kunjungi dashboardnya adalah blog ini. MeetAbied™ Blog, saya menamainya begitu. MeetAbied = berjumpa dengan seorang abid (hamba) bernama Abied.
Candu blogging hampir sama rasanya dengan candu Facebook yang beberapa bulan kemarin sempat mendarahdaging di kepala saya. Ampun. Beberapa pekan terakhir ini, saya terlalu sering memandangi dashboard tanpa tahu apa yang mesti dilakukan. Saya terkesima dengan banyak tulisan blogger lain yang saya hormati : Pak Sawali, Pak Yari, Pak Jupri, Arul, deKing, Asta Qauliyah. Beliau adalah para guru yang saya kagumi, Baca entri selengkapnya »
Posted by: Abied on: 1 Desember 2009
Dulu, waktu di SMA, salah seorang guru saya pernah memberi tahu tentang sebuah motivasi. Kamu akan menjadi apa yang kamu pikirkan. Jika sekarang kamu berfikir menjadi arsitektur, menanamkannya dalam memori, kemudian terus membayangkan dan berusaha menepatinya, maka akan tiba masa dimana kamu benar-benar menjadi seorang arsitektur. Sebelumnya, guru saya memberitahukan tentang perkataan Plato tentang saya berfikir maka saya ada. Meski waktu itu tak juga paham dimana keterkaitannya.
Quantum Ikhlas, sebuah buku best seller karya Erbe Sentanu, dari KataHati Institute. Saya membacanya setelah beberapa saat sebelumnya berdiskusi dengan salah seorang guru penggemar dunia metafisika, dunia tak tampak yang berpengaruh terhadap kesuksesan. Beliau adalah Pak Heri, guru Bimbingan Konseling pada SMA Negeri 1 Bone-Bone. Saya mendapatkan buku itu dari beliau, sayangnya tidak disertai CD Alphamatic brainware. Akhirnya saya mendengarkan beberapa musik alternatif untuk membantu otak mencapai gelombang Alpha, musik berupa suara alam dan beberapa instrumen yang di set sedemikian pasnya untuk mengeluarkan suara seirama dengan gelombang otak, membantunya mencapai titik ikhlas. Kenny G. juga bisa, atau jika ada pake lanunan ayat suci Al-Qur’an. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Abied on: 28 November 2009
Banyak sudah kisah yang kita dengar tentang keajaiban organ ini. Dalam haditsnya, Rasul berkata bahwa jika benda ini baik maka seluruh tubuh akan baik. Ya, inilah dia, hati.
Pernah juga tertangkap olehku bahwa hati itu laksana cermin, sedangkan ilmu bagaikan nur (Cahaya). Berbuat maksiat diibaratkan dengan bernafas di depan cermin. Cermin menjadi kabur, dan cahaya tak akan dapat menembusnya. Akibatnya, ilmu yang kita dapat adalah pengetahuan yang setengah-setengah, jika pun kita mendapatkannya secara total, mungkin kita tidak akan mendapatkan berkah dari pengetahuan tersebut.
Seorang gadis pernah bertanya padaku, apakah kau tahu, mengapa simbol hati yang kita gunakan selama ini adalah daun waru, dua bagian atasnya tumpul, sedangkan bagian bawahnya runcing? Kujawab, ada beberapa analisis tentang ini. Hati terbagi menjadi dua bagian yang simetris, satu sisi menyimbolkan laki-laki sedangkan sisi lain adalah perempuan. Dua sisi ini tidak dapat dipisahkan, jika dipisahkan ia akan menjadi hati yang setengah. Yang tak dapat satu dan menyatu. Ini pertanda bahwa laki-laki membutuhkan perempuan dan sebaliknya. Ketika bagian ini menyatu, jadilah ia sesuatu yang normal, perfect. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Abied on: 28 November 2009
Sungguh, iba rasanya senja tadi. Saya menyaksikan seorang anak kecil yang dibentak oleh kakeknya gara-gara online di warnet untuk maen fesbuk tanpa pamit terlebih dahulu. Ia baru kelas 6 SD, usianya mungkin sekitar 10 tahun. Setelah kejadian itu, ia melangkah dengan sangat lesu dari skutermatic yang dikendarainya, dengan sesekali menekan starter tangan motor, sengaja membuat motornya tak lekas ‘menyala’. Sang kakek masih juga menegurnya dengan nada suara yang agak keras, saya yang berada di sampingnya saja merasa miris. Kalau saya berada dalam posisi anak itu, saya akan merasa sangat tertekan, nangis dalam hati, dan pasti akan pecah dalam kamar nanti. Orang tua sang anak sedang menjalankan ibadah haji, sejak 18 November kemarin, sekarang mungkin sedang berada di Mina untuk melontar jumrah. Dalam beberapa keluhan yang saya dengar dari sepupunya, Ia mengatakan bahwa kalau orang tuanya ada di rumah, pasti suasananya tidak akan seperti ini.
“Kalo Bapak di rumah, enak .. Sekarang saya dimana-mana dimarahi, di depan dimarahi, di belakang dimarahi …” keluhnya. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Abied on: 26 November 2009
Saya ingin membahas ini setelah sempat beberapa malam kemarin cerita dengan salah seorang teman lama. Narcis, narcis dan narcis. Itu kata yang selalu ia ungkapkan.
Narcis, awalnya nama seorang Yunani yakni Narcissus yang begitu jatuh cinta pada dirinya sendiri. Hingga pada suatu hari ia melihat bayangannya di permukaan air sungai, berkaca dan kemudian terjatuh, lalu meninggal.
Narcis itu perlu. Salah satu hal yang akan membuat kita berbahagia dalam hidup adalah adanya sifat narcis ini dalam diri kita.
Orang yang tak punya sifat narcis, dalam level serendah apa pun, ia pasti menjadi orang yang rendah hati diri, jika ini terjadi, Ia tidak akan merasakan banyak kesyukuran dengan kehidupannya. Nah, dalam level yang standar, saya menyarankan teman-teman untuk memiliki rasa narcis. Hanya dengan narcis kita akan merasa bahwa apa yang ada dalam diri kita telah cukup. Kita tak perlu selalu merasa bahwa orang lain selalu lebih baik dari diri. Baca entri selengkapnya »
Posted by: Abied on: 26 November 2009
Sulit. Aku masih mencoba mendefinisikannya hingga kini. Aku hanya mampu berkesimpulan bahwa mencintai adalah menggantungkan seluruh kebahagiaan hanya kepada satu orang : orang yang kita cintai. Jika ini terjadi, keseluruhan hidupku adalah miliknya. Dia yang mengatur segala kebahagiaan yang terjadi dalam detik-detik pencinta.
Sembari mendengarkan tiupan saxophone Kenny G., aku mencoba mengurai kembali sejarah cinta yang membuat semuanya menjadi seperti ini.
Di awal, cinta adalah permainan, dan akhirnya adalah kesungguhan. Cinta tak dapat dilukiskan, tetapi harus dialami agar diketahui. Itu kata Ibn Hazm.
Keterangan tentang cinta, bukanlah cinta.
Cinta. Membuat pagiku menjadi bersemangat. Sejenak sebelum mandi, aku mendengarkan banyak lagu-lagu cinta, sembari berteriak keras di kamar dengan sesekali melompat laksana anak kecil yang baru saja mendapat mainan kesukaan sebagai hadiah ulang tahunnya.
Cinta. Membuat segala jenis masakan terasa sama. Ini yang mungkin juga menyebabkan orang berkata : tai kucing rasa coklat. Kemampuan hati yang disinergikan dengan ketidakrasionalan otak dalam berlogika membuat segala jenis rasa terdefinisikan dalam sebuah kata : indah. Baca entri selengkapnya »
Komentar Terakhir