Kita Butuh Uya Kuya untuk Mengurangi Segala Jenis Kejahatan di Indonesia!
Dua pekan kemarin masih ingat cerita di SMAN 1 Bone-Bone, English Supercamp di malam Minggu yang disertai dengan curhat massal tentang Personality Plus. Cerita malam itu masih berlanjut dengan sebuah atraksi sulap dari salah seorang ade’ OSIS yang berwatak sanguinis sejati : Ichank. Syukurlah, sulap dan atraksinya malam itu berjalan lancar. Sayangnya, rencana hipnotis yang dilakukannya terhadap diriku yang ini tidak berhasil, akibat dengungan gitar terlampau keras, sementara aku ingin fokus terhadap pikiranku.
Hipnotis, katanya terbagi menjadi dua, yang pertama yang bersifat respektif, yakni ketika seseorang ingin dihipnotis oleh seseorang. Ini bisa terjadi jika ada orang yang ingin menenangkan hatinya, dirinya, kepalanya, atau ingin merasakan sebuah sensasi di hatinya. Yang kedua adalah insidentil. Tipe hipnotis yang dilakukan oleh beberapa penjahat untuk menghilangkan kesadaran korban, kemudian menggasak banyak barang yang dimilikinya. Itu keterangan dari Ichank.
Lha, tadi bercakap dengan P’ Rahmad, dari SMAN 3 Makassar.
“Kenapa kita tidak minta Uya Kuya untuk melakukan hipnotis terhadap para pelaku korupsi atau para terdakwa di kasus Anggodo, KPK dan Kepolisian. Kan bisa dihipnotis kemudian disuruh menceritakan kejadian yang sebenarnya”
Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional?
“Mom … Just give us the topic. We’ll learn by ourself .. ” kata salah seorang siswa ketika guru matematika-nya masuk ke dalam ruangan.
“Why? ” Tanya sang Guru.
“You make us more confuse coz of your language is not clear”
Itu mungkin bisa terjadi dalam kelas Anda. Kelas yang di bina di salah satu Sekolah Bertarif Bertaraf Interasional. Lha wong yang menggunakan bahasa Indonesia asli saja penjelasan yang berulang masih sulit dipahami, apalagi yang pake’ bahasa asing? Read more…
Daftar Kata yang Paling Sering Dicari di WordPress?
Ini mungkin akan menjadi salah satu dari beberapa hal yang dilakukan blogger untuk meningkatkan ratingnya. Beberapa hari ini mengamati Dashboard Blog MeetAbied ini, juga berkunjung ke BOTD untuk melihat perkembangan rating blog. Aneh, hal itu saya lakukan tiap kali online selain melihat-lihat beberapa blog teman dan komentar di FB. Dulu waktu masih pertama kali nge-Blog, awal tahun 2008 kemarin, saya sempat membaca sebuah artikel di Blog Girang tentang BOTD (Blog Of The Day), punya WordPress. Di BOTD terdaftar 100 Blog top pada hari ini, 100 Tulisan paling top hari ini, Blog yang sedang berkembang, dan beberapa hal lain tentang rangking blog di WP. Waktu membaca artikel Blog Girang, saya tidak paham *Oot Mode : ON*, hanya sekedar blogwalking saja masalahnya. Tapi mungkin kini, ada sedikit kesimpulan yang bisa saya ambil. Read more…
Dimanakah Harga Diri Kita?
Salah satu dari beberapa hal yang sangat didewa-dewakan orang beberapa orang, harga diri. Kesalahan yang terjadi karena ketidaktepatan memaknai harga diri menyebabkan orang saling bermusuhan, saling berperang, saling mengumpat, “Ini menyangkut harga diri”.
Lantas dimanakah harga diri kita ditambatkan? Apakah ia diukur dengan seberapa uang yang kita pegang? Ia diukur dengan seberapa keren penampilan kita?! Ia diukur lewat seberapa indah kata-kata yang terucap? Ia terukur dengan seberapa cerdas kita berfikir? Atau apa?
Harga diri itu melekat dalam jiwa. Abstrak, ia tak pernah terukur dengan apa. Semisal ia uang seratus ribu rupiah, dimanapun diletakkan ia akan tetap bernilai seratus ribu. Dimasukkan dalam dompet nilainya seratus ribu, di letakkan di tangan tetap seratus ribu. Diinjak dengan kaki, nilainya juga tetap seratus. Lantas, apakah jika ia diletakkan dalam kotoran sapi nilainya tetap seratus ribu? Ya! Tetap seratus ribu. Ia tetap uang seratus ribu yang diinginkan oleh orang. Dimanapun ia berada, disitu nilainya tetap sama. Tak berubah meski tempatnya diganti, meski suasananya berubah, meski apa yang dikenakannya berbeda. Read more…
Bagaimana Memahami Orang Lain dengan Memahami Diri Kita Sendiri (Sebuah Pengantar)
Malam Minggu kemarin, saya menginap di sekolah, SMAN 1 Bone-Bone. Ada kegiatan English Supercamp yang diadakan oleh Ade’-Ade’ OSIS. Sebuah kegiatan sebagai penutup program kegiatan mereka selama kepengurusan periode tahun 2008/2009 ini. Makin malam, suasana makin ramai. Ada yang main gitar, guyon, juga sampe curhat massal. Ini yang akhirnya terjadi.
Saya, salah seorang yang lebih dewasa diantara mereka bercerita banyak tentang hidup. Menariknya, kebanyakan dari ade’-ade’ ini ternyata mempunyai keluhan yang sama, mereka merasa mudah tertekan karena masalah yang terjadi dalam hidupnya.
Unik, itu satu-satunya kata yang tepat untuk menggambarkan kepribadian setiap orang. Florence Littauer membagi watak manusia dalam 4 model, yakni sanguinis, melankolis, koleris dan phlegmatis. Setiap orang bisa menjadi person yang memiliki watak perpaduan dari keempat model tadi. Mungkin ada yang sanguinis tapi juga melankolis dalam satu waktu. Sanguinis ditandai dengan kemampuannya berbicara tanpa henti, ceria, menyukai kehidupan, tapi sering telat dalam masalah waktu, lupa banyak hal. Melankolis adalah pemikir, pemurung, pujangga kehidupan, jenius tapi juga paling mudah tersinggung, sensitif, mudah tertekan, dan kalau marah tak dapat menyembunyikannya dari raut wajah. Koleris adalah orang yang berwatak pemimpin, yang bisa mengatur orang lain dan mendelegasikan tugas, tetapi juga sering merasa diri paling benar tanpa paham situasi. Phlegmatis yang paling enak. Hidupnya just go on. Apa yang terjadi, terjadilah, katanya. Hidup tenang, damai, tak ada masalah, tak mudah tertekan dan bisa menjadi penengah, tapi sayangnya sering tak punya target, terlihat malas dan tak punya ambisi atas segala sesuatu. Yang paling baik ada perpaduan dari semuanya, asal jangan sampai berada di titik ekstrim untuk masing-masing watak. Apapun itu, jika terlalu berlebihan, pasti tak akan baik untuk diri. Read more…
Bagaimana Memahami Orang Lain dengan Memahami Diri Kita Sendiri : Watak Sanguinis
Berbicara tentang Sanguinis, kita akan berbicara tentang orang Populer, famous, terkenal dan mudah bergaul. Sanguinis yang Populer adalah watak yang sangat menyenangkan untuk dijadikan teman. Selera humornya tinggi. Ia adalah mesin bicara yang tak henti mengeluarkan kata-kata, meski dalam sehari semalam diajak bercerita, ia akan mampu meladeni. Pola emosi sanguinis berubah dengan sangat cepat. Kalau ia marah pada seseorang, dalam waktu satu jam kemudian ia akan bisa melupakan marahnya dan kembali berkomunikasi seperti sedia kala, layaknya tak terjadi apa-apa. Hidupnya selalu terasa menyenangkan. Ia laksana Peterpan, sang pangeran yang tiap kali merasa bahagia akan mendapatkan kekuatannya, dan tiap kali mendapatkan kesedihan kekuatannya akan hilang. Masa kecilnya bahagia, dan akhirnya ia tak pernah ‘menjadi dewasa’. Ia menikmati tiap kejadian dalam kehidupannya. Sayangnya, sanguinis yang Populer adalah orang yang sering tak konsisten terhadap waktu. Akibatnya orang yang dekat dengannya harus paham jika suatu waktu ia terlambat datang setelah janji yang dibuat dengan sangat tegas. Sanguinis yang Populer bisa saja bercerita hal bohong hanya untuk menyenangkan orang lain. Selera humor yang tinggi membuatnya mesti menceritakan banyak hal yang hampir tidak benar. Ia hanya ingin membuat orang lain tertawa. Di dalam forum, sanguinis adalah orang yang bintang. Ia bisa tertawa, bertanya, menyapa, berkawan dan menjadi bintang yang sangat cepat dikenal oleh orang. Read more…
Bagaimana Memahami Orang Lain dengan Memahami Diri Kita Sendiri : Watak Melankolis
Sebagai orang dewasa, Melankolis yang Sempurna adalah pemikir. Mereka adalah orang-orang yang serius terhadap tujuan, mengabdi kepada ketertiban dan keteraturan, serta sangat menghargai kecerdasan dan keindahan. Mereka tidak menghambur pergi untuk menacri kesenangan tetapi menganalisis rencana yang paling baik bagi kehidupan mereka. Tanpa orang Melankolis yang Sempurna, kita tidak akan memiliki banyak puisi, seni rupa, kesusastraan, falsafah dan simfoni. Kita bisa kehilangan budaya, peradaban, cita rasa, dan bakat yang begitu dalam terpendam di dalam sifat-sifat kita. Kita akan memiliki lebih sedikit insinyur, pencipta, ilmuwan; pembukuan kita mungkin hilang dan kolom-kolom kita tidak seimbang.
Orang Melankolis yang Sempurna adalah jiwa, pikiran, semangat dan jantung kemanusiaan. Read more…
Bagaimana Memahami Orang Lain dengan Memahami Diri Kita Sendiri : Watak Koleris
Orang Koleris yang Kuat adalah orang yang dinamis, memimpikan hal-hal mustahil dan bertujuan meraih bintang yang di luar jangkauannya. Koleris yang Kuat selalu mengincar, meraih, berhasil. Sementara orang Sanguinis bicara, orang Melankolis berpikir, orang Koleris yang Kuat mencapai. Dia punya watak yang paling mudah dipahami dan mudah diajak bergaul, selama anda hidup mengikuti peraturan emasnya : “Lakukan dengan cara saya, SEKARANG!”.
Orang Koleris yang Kuat mirip dengan Sanguinis yang Populer dalam hal mereka sama-sama mudah bergaul dan optimistis. Orang Koleris yang Kuat bisa berkomunikasi secara terbuka dengan orang lain, dan dia tahu segala-galanya akan beres – selama dia memegang pimpinan. Dia lebih banyak menyelesaikan pekerjaan daripada watak-watak lainnya, dan dia memberi tahu Anda dengan jelas di mana dia berdiri. Karena orang Koleris yang Kuat berorientasi tujuan dan mempunyai kualitas kepemimpinan bawaan, dia biasanya menanjak ke puncak karir apa saja yang dipilihnya. Mayoritas pimpinan partai politik dunia terutama orang Koleris yang Kuat. Read more…
Bagaimana Memahami Orang Lain dengan Memahami Diri Kita Sendiri : Watak Phlegmatis
Tuhan menciptakan watak Phlegmatis yang Damai sebagai orang istimewa untuk menjadi bantalan bagi emosi tiga watak lainnya, untuk memberikan kestabilan dan keseimbangan.
Orang Phlegmatis yang Damai meredakan rencana gila orang Sanguinis yang Populer. Orang Phlegmatis yang Damai tidak mau menjadi terlalu terkesan dengan keputusan cemerlang orang Koleris yang Kuat. Orang Phlegmatis yang Damai tidak menganggap terlalu serius rencana rumit orang Melankolis yang Sempurna.
Orang Phlegmatis yang Damai adalah pemberi keseimbangan besar bagi kita semua, yang memperlihatkan kepada kita “Ini tidak penting sekali”. Dan dalam jangka panjang, memang itu tidak benar-benar penting. Read more…









Komentar